SEJARAH DESA MONDOTEKO

YUSNAEDI | 10 Oktober 2020 10:40:16 | 13 Kali

  • Sejarah Desa Mondoteko

Pada awal terbentuknya Desa Mondoteko berawal dari jaman penjajahan Belanda yang berada di Desa Mondoteko, pada kala itu banyak penduduk Desa yang dijajah oleh mereka.

Desa Mondoteko Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang  secara geografis 1110 00’-110 30’ Bujur Timur (BT) dan 60 30’-70 00’ Lintang Selatan (LS). Secara topografi Desa Mondoteko termasuk dalam kategori Daerah dataran rendah dengan ketinggian 50 meter dari permukaan laut (mdpl), dengan suhu rata-rata sebesar 23°C, sedangkan suhu maksimum dapat mencapai 33°C. Desa Mondoteko sebagian besar wilayahnya adalah tanah produktif pertanian. Selain itu tata letak Desa Mondoteko termasuk dalam kawasan perkotaan menjadi daya tarik pengembang khususnya Properti Perumahan untuk dikembangkan di Desa Mondoteko.

Pada Jaman Belanda dahulu sebelum terbentuknya Desa Mondoteko, terdapat dukuh dukuh yang bergabung jadi satu.  Seiring berjalannya waktu terdapat peningkatan banyak warga yang sering kumpul (Dalam bahasa jawa “Mondok-Mondok) dan banyak yang datang (jawa “teko”). Sehingga kepala suku/pimpinan/penggede jaman dahulu membuat sebuah ungkapan (sering disebut nyabdo “jawa”) menjadi sebuah Desa yang bernama Mondoteko. Sumber dari Bapak Jamin Sumartono.

Desa Mondoteko terdiri dari 4 dukuh diantaranya:

  1. Dukuh Bagel

Sejarah berdirinya Dukuh Bagel ini berawal adanya tokoh agama setempat bernama Kyai Imam Tobri. Untuk mengingat penjajahan yang dilakukan Belanda yang dipimpin oleh seseorang yang bernama Van Bendegel. Dengan adanya bukti sebuah kuburan Belanda dan kawasan kantor pemerintahan Belanda (Lodji). Kemudian tokoh Van Bendegel tersebut meminang seorang gadis  desa dan akhirnya melahirkan satu keturunan. Dari tokoh Van Bendegel itulahlah dibuat ungkapan (sering disebut nyabdo “jawa”) menjadi sebuah Dukuh Yang bernama Bagel,

 

  1. Dukuh Mondoteko

Sejarah berdirinya Dukuh Mondoteko ini berawal adanya pemimpin atau kepala suku yang bernama Mbah Setoko. Beliau melihat banyak orang yang kumpul-kumpul / berbondong bondong  dan datang (jawa “teko”). Kemudian pemimpin membuat itu sebuah ungkapan sebuah kampung (sering disebut nyabdo “jawa”) menjadi sebuah Dukuh Yang bernama Mondoteko.

  1. Dukuh Torejo

Sejarah berdirinya Dukuh Torejo ini berawal adanya pemimpin atau kepala suku yang bernama Mbah Demang. Pada saat itu terjadi perlawanan banyak orang. Kemudian Mbah Demang memperbaiki (jawa “Noto”) sehingga dukuh ini menjadi ramai (jawa “rejo). Kemudian pemimpin membuat itu sebuah ungkapan (sering disebut nyabdo “jawa”) menjadi sebuah Dukuh Yang bernama Torejo.

 

  1. Dukuh Karangaru

Sejarah berdirinya Dukuh Karangaru ini berawal adanya pemimpin atau tokoh setempat yang bernama Mbah Sarojo. Kala itu banyak warga dukuh yang sering mengarang (jawa “ngarang-ngarang”) tetapi masih sering terjadi kekeliruan sesuai yang diharapkan. Kemudian ada yang memberi ungkapan (sering disebut nyabdo “jawa”) menjadi sebuah Dukuh Yang bernama Karangaru.

 

(Sumber: Bapak Jamin Sumartono dukuh Bagel)

 

Desa Mondoteko juga memiliki sebutan tanah bengkok yang unik dan memiliki riwayat pemimpin yang berbeda dengan desa lainnya, diantaranya:

  1. Nama-Nama Kepala Desa / Penjabat (PJ) Yang Pernah Memimpin Desa
    1. Bapak Suhadak yang berdomisili di Dukuh Mondoteko.(1948)
    2. Bapak Suahmad yang berdomisili di Dukuh Mondoteko.
    3. Bapak Sukarlan yang berdomisili di Dukuh Mondoteko.
    4. Bapak Sumari yang berdomisili di Dukuh Bagel (1969)
    5. Bapak Suhad (1985-1993) yang berdomisili di Dukuh Bagel
    6. Ibu Sinarti (1993-2001) yang berdomisili di Dukuh Bagel
    7. Bapak Ir. Santoso (2001-2006) yang berdomisili di Dukuh Torejo
    8. Ibu Sinarti (2006-2012) yang berdomisili di Dukuh Bagel
    9. Dan saat ini di pimpin oleh Bapak Salamun (2013-2019).

Keunikan dari para pemimpin Desa Mondoteko ini memiliki awalan huruf “S” semua dan merupakan putra-putri asli desa.  

 

  1. Nama Sawah/Tanah Bengkok Desa Mondoteko yang unik
    1. Selowo Ijo ( Bengkok Kepala Desa)
    2. Semancung (Bengkok Kepala Desa)
    3. Segrowong (Bengkok Kepala Desa)
    4. Selumbung (Bengkok Kepala Desa)
    5. Sedoplang (Bengkok Kepala Desa)
    6. Semojo (Bengkok Kepala Desa)
    7. Sepetek (Bengkok Sekretaris Desa “Carik” dan Jogoboyo)
    8. Secewok (Bengkok Sekretaris Desa “Carik” dan Modin Bagel)
    9. Segombang (Bengkok Sekretaris Desa “Carik” dan Kamituwo Karangaru)
    10. Secandi (Bengkok Bayan Torejo dan Kamituwo Torejo)
    11. Sekemit (Bengkok Kamituwo Mondoteko, Karangaru)
    12. Sepetik (Bengkok Kamituwo Karangaru)
    13. Sekembar (Bengkok Bayan Mondoteko)
    14. Gudang Mbako (Bondo Deso)

 

Kebanyakan tanah bengkok yang dimiliki desa khususnya bengkok Kepala Desa semuanya berawalan “S”. Ini membuat asumsi masyarakat desa bahwa pemilihan Calon Kepala Desa yang bakal terpilih adalah calon yang memiliki huruf awalan “S” dan merupakan asli putra-putri desa.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Desa

Aparatur Desa

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Sinergi Program

Agenda

Belum ada agenda

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Desa


Kantor Desa
Alamat : Jalan Slamet Riyadi km 3 Rembang
Desa : MONDOTEKO
Kecamatan : REMBANG
Kabupaten : Rembang
Kodepos : 59251
Telepon :
Email :

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung